Formaldehida

Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal), merupakan aldehida, bentuknya gas, yang rumus kimianya H2CO. Formaldehida awalnya disintesa oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.

Formaldehida bisa dihasilkan dari membakar bahan yang mengandung karbon. Dikandung dalam asap dari kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia.

Sifat Continue reading

Pembuatan Monosodium Glutamat (MSG)

  1. MSG dibuat melalui proses fermentasi dari tetes-gula (molases) oleh bakteri (Brevibacterium lactofermentum). Dalam peroses fermentasi ini, pertama-tama akan dihasilkan Asam Glutamat. Asam Glutamat yang terjadi dari proses fermentasi ini, kemudian ditambah soda (Sodium Carbonate), sehingga akan terbentuk Monosodium Glutamat (MSG). MSG yang terjadi ini, kemudian dimurnikan dan dikristalisasi, sehingga merupakan serbuk kristal-murni, yang siap di jual di pasar.
  2. Continue reading

WASPADALAH,MONOSODIUM GLUTAMATE/VETSIN FAKTOR POTENSIAL PENCETUS HIPERTENSI DAN KANKER

Dr. Iwan T. Budiarso , DVM, MSc, Phd, APU

Sehubungan dengan heboh tercemarnya zat penyedap masakan Ajinomoto oleh
enzim asal babi, maka Departemen Kesdehatan c.q Dirjen POM telah
memerintahkan perusahaan tersebut untuk menarik semua produk dari peredaran
(KOMPAS , 19 Desember 2000). Pelarangan tadi an sich berhubungan dengan
persoalan hukum agama saja. Alangkah baiknya kalau sekarang Departemen
Kesehatan juga mau meninjau kembali apakah Monosodium Glutamat (MSG) /Vetsin
yang kadarnya 100% yang dijual secara bebas itu betul betul aman untuk
dikonsumsi dan tidak membahayakan terhadap kesehatan. Karena MSG/Vetsin itu
mengandung natrium/sodium, jika terlalu banyak termakan bisa menyebabkan
hipertensi dan sebaliknya jika MSG dipanaskan akan pecah menjadi 2 zat baru
yakni Glutamic Pyrolised -1 (Glu-P-1) dan Glu-P-2. Kedua zat ini bersifat
mutagenik dan karsinogenik.(lihat bawah) (Matsumoto Dkk 1977, Sugimura dan
Sato, 1983,Takayama DKK, 1984).
Continue reading

Dibalik Lembutnya Es Krim

Membayangkan es krim akan terbayang kelembutan dan ke-yummy-an rasanya. Untuk membuat dan menyimpan es krim sehingga kelembutan dan rasa yummy-nya terpelihara, kuncinya adalah kimia.
Tanpa sifat koligatif larutan atau sifat-sifat koloid tidak mungkin es krim lezat bisa diproduksi.

Struktur dan kandungan es krim

Es krim tidak lain berupa busa (gas yang terdispersi dalam cairan) yang diawetkan dengan pendinginan. Walaupun es krim tampak sebagai wujud yang padu, bila dilihat dengan mikroskop akan tampak ada empat komponen penyusun, yaitu padatan globula lemak susu, udara (yang ukurannya tidak lebih besar dari 0,1 mm), kristal-kristal kecil es, dan air yang melarutkan gula, garam, dan protein susu.

Berbagai standar produk makanan di dunia membolehkan penggelembungan campuran es krim dengan udara sampai volumenya menjadi dua kalinya (disebut dengan maksimum 100 persen overrun). Es krim dengan kandungan udara lebih banyak akan terasa lebih cair dan lebih hangat sehingga tidak enak dimakan.

Continue reading

Reverse Osmosis

Reverse Osmosis untuk Pengolahan Air Laut Menjadi Air Tawar

Tahapan RO Air Laut :

  • Pre-treatment untuk memisahkan padatan-padatan yang terbawa oleh umpan. Padatan-padatan tersebut jika terakumulasi pada permukaan membran dapat menimbulkan fouling. Pada tahap ini pH dijaga antara 5,5-5,8.
  • High pressure pump digunakan untuk memberi tekanan kepada umpan. Tekanan ini berfungsi sebagai driving force untuk melawan gradien konsentrasi. Umpan dipompa untuk melewati membran. Keluaran dari membran masih sangat korosif sehingga perlu diremineralisasi dengan cara ditambahkan kapur atau CO2. Penambahan kapur ini juga bertujuan menjaga pH pada kisaran 6,8-8,1 untuk memenuhi spesifikasi air minum.
  • Disinfection dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar UV ataupun dengan cara klorinasi. Sebenarnya, penggunaan RO untuk desalinasi sudah cukup jitu untuk memisahkan virus dan bakteri yang terdapat dalam air. Namun, untuk memastikan air benar-benar aman (bebas virus dan bakteri), disinfection tetap dilakukan.

Continue reading

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kepada Allah yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita semua. Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan juga siapa saja yang membacanya terutama anak-anakku yang tersayang di SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Balikpapan.

Dengan tulisan ini saya akan mencoba untuk berbagi tentang pengetahuan khususnya ilmu kimia kepada para pemaca khususnya siswa-siswiku yang sangat aku sayangi.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, go internet….. go mujahidin…..go sukses……….mari kita nge Blog.